Sikap dan perilaku wirausaha
Karakteristik yang perlu dimiliki seorang wirausaha, antara lain adalah :
1. Disiplin
Kerja keras dan disiplin merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang dalam berwirausaha.
Selain kerja keras ia juga harus disiplin dalam melaksanakan usahanya, sebab meskipun orang
bekerja keras tetapi kalau tidak disiplin, usahanya kurang berarti. Para wirausaha yang mempunyai
kemauan keras dan penuh disiplin akan dapat menggerakkan motivasi untuk bekerja secara
bersungguh-sungguh. Disiplin berasal dari bahasa Inggris (disciple) yang berarti pengikut atau murid.
Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan ketaatan kepada aturan.
2. Komitmen tinggi
Sikap yang memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran yang berlaku, tidak sekalipun mengingkarinya
walaupun dengan dirinya sendiri, serta selalu berusaha menyesuaikan kata dan perbuatan.
3. Jujur
Sikap jujur dalam berwirausaha artinya bahwa seorang wirausaha harus mau dan mempu
mengatakan apa adanya, kejujuran dapat disamakan dengan amanah yang harus dijalankan.
Amanah yang diartikan apabila diberi kepercayaan tidak berkhianat, kalau berkata selalu benar, jika
berjanji tidak ingkar.
4. Kreatif dan Inovatif
Menurut Theodore Levitt, kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir yang baru dan berbeda.
Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh itu menurutnya kewirausahaan
adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara
baru. Menurut Woolfolk, kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang
baru atau asli atau pemecahan suatu masalah. Conny Semiawan, menyatakan bahwa kreativitas
adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk baru. Zimmerer dalam buku
yang ditulis Suryana (2003:24) dalam bukunya “Entrepreneurship And The New Venture Formation”,
mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama
dan berpikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari
yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Jadi, secara umum kreativitas bisa
diartikan kemampuan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga kreativitas
diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan
maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Kreativitas adalah
kemampuan seseorang melahirkan sesuatu (produk) yang baru. Innovation is the ability to apply
creative solutions to those problems and opportunities to enhance or to enrich people’s live, Inovasi
adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan
dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Inovatif merupakan terobosan baru.
Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk dapat mengubah peluang usaha menjadi
gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Apabila seorang wirausaha ingin sukses, ia harus
dapat membuat produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru. Salah satu penyebab kegagalan
dalam berwirausaha biasanya terletak pada keterlambatan berinovasi dalam produk, pelayanan serta
pemasarannya.
5. Mandiri dan realistis
Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain,
sesuatu dikerjakan memang karena kemampuannya sendiri serta tidak pernah merasa besar karena
orang lain, tetapi besar karena usaha kerasnya.
Pribadi mandiri ialah dia yang tahu siapa dan apa dia itu, dia adalah seorang manusia yang tahu apa
yang dilakukannya, karena sadar apa yang dituju. Pribadi itu utuh dan tidak berantakan. Ia tahu akan menerima baik keunggulan maupun kelemahannya. Ia menerima dirinya sendiri dan orang lain apa
adanya. Ia tidak berkelit menghadapi kenyataan. Dalam menjalankan pekerjaannya ia selalu
berdasarkan atas bakat dan kemampuan yang dimilikinya (realistis) dan bekerja menurut keyakinan
serta kemampuannya sendiri (mandiri) dan percaya kepada nasibnya sendiri. Seorang wirausaha dia
dapat menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain.
Kesimpulan:
Kita harus mempunyai sifat-sifat tersebut terutama sifat jujur karena sifat jujur Sangat penting dalam
berbagai hal kita juga harus disiplin dalam segala hal karena jika kita tidak disiplin kita akan menjandi
orang yg pemalas sifat mandiri juga harus kita terapkan pada diri sendiri agar tidak bergantung kepada
orang lain.
Penyebab kesuksesan wirausaha :
Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju
sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu
terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi
sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.
Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya
.
Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan
dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadangkadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan
usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan
tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan
.
Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. baik sekarang maupun yang akan datang.
Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak
.
Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk
melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak baik yang berhubungan langsung
dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para
pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas
.
Kesimpulan:
Kesimpulan nya adalah kita harus memiliki tujuan yg jelas dan mempertimbangkan jika kita mengambil
apa yg kita inginkan mampu menerima resiko apa pun, memiliki sifat pekerja keras dan bertanggung
jawab terhadap apa yg kita lakikan dan harus mempunyai komitmen yg tinggi. Berperilaku baik
terhadap siapapun serta ramah dan sopan. Perusaahan yg kita bangun harus memiliki visi dan misi
agar mempunyai tujuan yg jelas. Berinisiatif juga sifat yg harus kita terapkan pada diri sendiri.
1. Kurangnya Pengalaman Manajemen
Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah perusahaan. Ada
beberapa wirausaha yang akan memasuki dunia bisnis, tetapi mereka tidak tahu cara mengelolanya.
Pada waktu persoalan bisnis muncul mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya seorang wirausaha
dengan latar belakang pendidikan teknik mungkin mempunyai kecakapan dalam desain produk, tetapi dia
tidak memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, penjualan, dan manajemen sumber daya manusia.
Apabila disiplin bisnis ini diabaikan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.
2. Modal bisnis yang kurang
Siapa bilang membuka usaha tidak butuh modal ? ada banyak sumber dan kata-kata sok bijak yang
menekankan pada mental agar tidak perlu modal untuk berbisnis. Kata-kata seperti itu hanyalah omong
kosong belaka. Berbisnis dan berwirausaha, apapun jenisnya membutuhkan modal. Tanpa adanya modal,
bisnis dipastikan akan gagal. Modal bukan hanya berbentuk uang, tetapi juga ilmu dan pengalaman.
3. Kurang Mampu Membuat Perencanaan Keuangan
Wirausaha yang berpikir bahwa mereka akan mendapat modal yang cukup pada tahun-tahun pertama
usaha mereka akan kehabisan modal sebelum akhir tahun pertama. Penyusunan anggaran yang kurang
seimbang akan mengakibatkan defisit keuangan. Sehingga dalam menggunakan modal harus
memerhatikan penggunaan untuk masa sekarang dan masa depan.
4. Tidak melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman
Pernah dengar HP NOKIA ? Nokia adalah ponsel yang memiliki nama besar pada zamannya. Akan tetapi,
kurangnya inovasi dan tidak adanya perkembangan menyebabkan ponsel ini kehilangan pasarnya.
Sekarang kita lebih mengenal Samsung android maupun iphone Apple. Bisnis yang tidak mengikuti
perkembangan zaman lambat laun akan tergerus oleh waktu.
5. Kurang Mampu Menganalisa Lokasi
Di antara para wirausaha berusaha menghemat biaya dengan menempati lokasi yang kurang
menguntungkan. Penempatan lokasi seperti itu akan merugikan wirausaha itu sendiri, karena pelanggan
tidak tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang benar merupakan salah satu faktor
penting dalam mendirikan sebuah usaha.
Kesimpulan: bahwa kita harus mempersiapkan apa yg akan terjadi jika perusahaan mendapati
kerugian oleh karena itu perusahaan harus mempunyai modal yg cukup, perusahaan juga harus
mengikuti perkembangan jaman sekarang. Jika kita ingin membangun perusahaan kita juga harus
mempunyai wawasan yg luas mencari tau apa yg ingin kita kerjakan tidak hanya asal menanyakan
kita juga harus mampu menganalisis lokasi supaya penempatan perusahaan tidak salah dan tidak
mengalami kerugian.
Penyebab kegagalan wirausaha
1. Kurangnya Pengalaman Manajemen
Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah perusahaan. Ada
beberapa wirausaha yang akan memasuki dunia bisnis, tetapi mereka tidak tahu cara mengelolanya.
Pada waktu persoalan bisnis muncul mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya seorang wirausaha
dengan latar belakang pendidikan teknik mungkin mempunyai kecakapan dalam desain produk, tetapi dia
tidak memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, penjualan, dan manajemen sumber daya manusia.
Apabila disiplin bisnis ini diabaikan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.
2. Modal bisnis yang kurang
Siapa bilang membuka usaha tidak butuh modal ? ada banyak sumber dan kata-kata sok bijak yang
menekankan pada mental agar tidak perlu modal untuk berbisnis. Kata-kata seperti itu hanyalah omong
kosong belaka. Berbisnis dan berwirausaha, apapun jenisnya membutuhkan modal. Tanpa adanya modal,
bisnis dipastikan akan gagal. Modal bukan hanya berbentuk uang, tetapi juga ilmu dan pengalaman.
3. Kurang Mampu Membuat Perencanaan Keuangan
Wirausaha yang berpikir bahwa mereka akan mendapat modal yang cukup pada tahun-tahun pertama
usaha mereka akan kehabisan modal sebelum akhir tahun pertama. Penyusunan anggaran yang kurang
seimbang akan mengakibatkan defisit keuangan. Sehingga dalam menggunakan modal harus
memerhatikan penggunaan untuk masa sekarang dan masa depan.
4. Tidak melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman
Pernah dengar HP NOKIA ? Nokia adalah ponsel yang memiliki nama besar pada zamannya. Akan tetapi,
kurangnya inovasi dan tidak adanya perkembangan menyebabkan ponsel ini kehilangan pasarnya.
Sekarang kita lebih mengenal Samsung android maupun iphone Apple. Bisnis yang tidak mengikuti
perkembangan zaman lambat laun akan tergerus oleh waktu.
5. Kurang Mampu Menganalisa Lokasi
Di antara para wirausaha berusaha menghemat biaya dengan menempati lokasi yang kurang
menguntungkan. Penempatan lokasi seperti itu akan merugikan wirausaha itu sendiri, karena pelanggan
tidak tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang benar merupakan salah satu faktor
penting dalam mendirikan sebuah usaha.
Kesimpulan: harus mempersiapkan jika terjadi kerugian seperti modal usaha dan harus siap dalam
menjalani bisnis pengetahuan pun harus luas agar tidak terjadi masalah kita juga harus tau mana
perusahaan yg ingin menipu dengan alas an kerja sama dalam membangun bisnis.Mengikuti
perkembangan jaman agar bisnis yg kita jalani tidak mengalami kerugian dan kita juga harus mampu
menganalisis tempat agar bisnis yg akan kita bangun tidak rugi
1. Disiplin
Kerja keras dan disiplin merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang dalam berwirausaha.
Selain kerja keras ia juga harus disiplin dalam melaksanakan usahanya, sebab meskipun orang
bekerja keras tetapi kalau tidak disiplin, usahanya kurang berarti. Para wirausaha yang mempunyai
kemauan keras dan penuh disiplin akan dapat menggerakkan motivasi untuk bekerja secara
bersungguh-sungguh. Disiplin berasal dari bahasa Inggris (disciple) yang berarti pengikut atau murid.
Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan ketaatan kepada aturan.
2. Komitmen tinggi
Sikap yang memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran yang berlaku, tidak sekalipun mengingkarinya
walaupun dengan dirinya sendiri, serta selalu berusaha menyesuaikan kata dan perbuatan.
3. Jujur
Sikap jujur dalam berwirausaha artinya bahwa seorang wirausaha harus mau dan mempu
mengatakan apa adanya, kejujuran dapat disamakan dengan amanah yang harus dijalankan.
Amanah yang diartikan apabila diberi kepercayaan tidak berkhianat, kalau berkata selalu benar, jika
berjanji tidak ingkar.
4. Kreatif dan Inovatif
Menurut Theodore Levitt, kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir yang baru dan berbeda.
Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh itu menurutnya kewirausahaan
adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara
baru. Menurut Woolfolk, kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang
baru atau asli atau pemecahan suatu masalah. Conny Semiawan, menyatakan bahwa kreativitas
adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan suatu produk baru. Zimmerer dalam buku
yang ditulis Suryana (2003:24) dalam bukunya “Entrepreneurship And The New Venture Formation”,
mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama
dan berpikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari
yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Jadi, secara umum kreativitas bisa
diartikan kemampuan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga kreativitas
diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan
maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Kreativitas adalah
kemampuan seseorang melahirkan sesuatu (produk) yang baru. Innovation is the ability to apply
creative solutions to those problems and opportunities to enhance or to enrich people’s live, Inovasi
adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan
dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Inovatif merupakan terobosan baru.
Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk dapat mengubah peluang usaha menjadi
gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Apabila seorang wirausaha ingin sukses, ia harus
dapat membuat produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru. Salah satu penyebab kegagalan
dalam berwirausaha biasanya terletak pada keterlambatan berinovasi dalam produk, pelayanan serta
pemasarannya.
5. Mandiri dan realistis
Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain,
sesuatu dikerjakan memang karena kemampuannya sendiri serta tidak pernah merasa besar karena
orang lain, tetapi besar karena usaha kerasnya.
Pribadi mandiri ialah dia yang tahu siapa dan apa dia itu, dia adalah seorang manusia yang tahu apa
yang dilakukannya, karena sadar apa yang dituju. Pribadi itu utuh dan tidak berantakan. Ia tahu akan menerima baik keunggulan maupun kelemahannya. Ia menerima dirinya sendiri dan orang lain apa
adanya. Ia tidak berkelit menghadapi kenyataan. Dalam menjalankan pekerjaannya ia selalu
berdasarkan atas bakat dan kemampuan yang dimilikinya (realistis) dan bekerja menurut keyakinan
serta kemampuannya sendiri (mandiri) dan percaya kepada nasibnya sendiri. Seorang wirausaha dia
dapat menjalankan usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain.
Kesimpulan:
Kita harus mempunyai sifat-sifat tersebut terutama sifat jujur karena sifat jujur Sangat penting dalam
berbagai hal kita juga harus disiplin dalam segala hal karena jika kita tidak disiplin kita akan menjandi
orang yg pemalas sifat mandiri juga harus kita terapkan pada diri sendiri agar tidak bergantung kepada
orang lain.
Penyebab kesuksesan wirausaha :
Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju
sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu
terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi
sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.
Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya
.
Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan
dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadangkadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan
usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan
tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan
.
Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. baik sekarang maupun yang akan datang.
Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak
.
Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk
melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak baik yang berhubungan langsung
dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para
pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas
.
Kesimpulan:
Kesimpulan nya adalah kita harus memiliki tujuan yg jelas dan mempertimbangkan jika kita mengambil
apa yg kita inginkan mampu menerima resiko apa pun, memiliki sifat pekerja keras dan bertanggung
jawab terhadap apa yg kita lakikan dan harus mempunyai komitmen yg tinggi. Berperilaku baik
terhadap siapapun serta ramah dan sopan. Perusaahan yg kita bangun harus memiliki visi dan misi
agar mempunyai tujuan yg jelas. Berinisiatif juga sifat yg harus kita terapkan pada diri sendiri.
1. Kurangnya Pengalaman Manajemen
Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah perusahaan. Ada
beberapa wirausaha yang akan memasuki dunia bisnis, tetapi mereka tidak tahu cara mengelolanya.
Pada waktu persoalan bisnis muncul mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya seorang wirausaha
dengan latar belakang pendidikan teknik mungkin mempunyai kecakapan dalam desain produk, tetapi dia
tidak memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, penjualan, dan manajemen sumber daya manusia.
Apabila disiplin bisnis ini diabaikan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.
2. Modal bisnis yang kurang
Siapa bilang membuka usaha tidak butuh modal ? ada banyak sumber dan kata-kata sok bijak yang
menekankan pada mental agar tidak perlu modal untuk berbisnis. Kata-kata seperti itu hanyalah omong
kosong belaka. Berbisnis dan berwirausaha, apapun jenisnya membutuhkan modal. Tanpa adanya modal,
bisnis dipastikan akan gagal. Modal bukan hanya berbentuk uang, tetapi juga ilmu dan pengalaman.
3. Kurang Mampu Membuat Perencanaan Keuangan
Wirausaha yang berpikir bahwa mereka akan mendapat modal yang cukup pada tahun-tahun pertama
usaha mereka akan kehabisan modal sebelum akhir tahun pertama. Penyusunan anggaran yang kurang
seimbang akan mengakibatkan defisit keuangan. Sehingga dalam menggunakan modal harus
memerhatikan penggunaan untuk masa sekarang dan masa depan.
4. Tidak melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman
Pernah dengar HP NOKIA ? Nokia adalah ponsel yang memiliki nama besar pada zamannya. Akan tetapi,
kurangnya inovasi dan tidak adanya perkembangan menyebabkan ponsel ini kehilangan pasarnya.
Sekarang kita lebih mengenal Samsung android maupun iphone Apple. Bisnis yang tidak mengikuti
perkembangan zaman lambat laun akan tergerus oleh waktu.
5. Kurang Mampu Menganalisa Lokasi
Di antara para wirausaha berusaha menghemat biaya dengan menempati lokasi yang kurang
menguntungkan. Penempatan lokasi seperti itu akan merugikan wirausaha itu sendiri, karena pelanggan
tidak tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang benar merupakan salah satu faktor
penting dalam mendirikan sebuah usaha.
Kesimpulan: bahwa kita harus mempersiapkan apa yg akan terjadi jika perusahaan mendapati
kerugian oleh karena itu perusahaan harus mempunyai modal yg cukup, perusahaan juga harus
mengikuti perkembangan jaman sekarang. Jika kita ingin membangun perusahaan kita juga harus
mempunyai wawasan yg luas mencari tau apa yg ingin kita kerjakan tidak hanya asal menanyakan
kita juga harus mampu menganalisis lokasi supaya penempatan perusahaan tidak salah dan tidak
mengalami kerugian.
Penyebab kegagalan wirausaha
1. Kurangnya Pengalaman Manajemen
Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah perusahaan. Ada
beberapa wirausaha yang akan memasuki dunia bisnis, tetapi mereka tidak tahu cara mengelolanya.
Pada waktu persoalan bisnis muncul mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya seorang wirausaha
dengan latar belakang pendidikan teknik mungkin mempunyai kecakapan dalam desain produk, tetapi dia
tidak memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, penjualan, dan manajemen sumber daya manusia.
Apabila disiplin bisnis ini diabaikan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.
2. Modal bisnis yang kurang
Siapa bilang membuka usaha tidak butuh modal ? ada banyak sumber dan kata-kata sok bijak yang
menekankan pada mental agar tidak perlu modal untuk berbisnis. Kata-kata seperti itu hanyalah omong
kosong belaka. Berbisnis dan berwirausaha, apapun jenisnya membutuhkan modal. Tanpa adanya modal,
bisnis dipastikan akan gagal. Modal bukan hanya berbentuk uang, tetapi juga ilmu dan pengalaman.
3. Kurang Mampu Membuat Perencanaan Keuangan
Wirausaha yang berpikir bahwa mereka akan mendapat modal yang cukup pada tahun-tahun pertama
usaha mereka akan kehabisan modal sebelum akhir tahun pertama. Penyusunan anggaran yang kurang
seimbang akan mengakibatkan defisit keuangan. Sehingga dalam menggunakan modal harus
memerhatikan penggunaan untuk masa sekarang dan masa depan.
4. Tidak melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman
Pernah dengar HP NOKIA ? Nokia adalah ponsel yang memiliki nama besar pada zamannya. Akan tetapi,
kurangnya inovasi dan tidak adanya perkembangan menyebabkan ponsel ini kehilangan pasarnya.
Sekarang kita lebih mengenal Samsung android maupun iphone Apple. Bisnis yang tidak mengikuti
perkembangan zaman lambat laun akan tergerus oleh waktu.
5. Kurang Mampu Menganalisa Lokasi
Di antara para wirausaha berusaha menghemat biaya dengan menempati lokasi yang kurang
menguntungkan. Penempatan lokasi seperti itu akan merugikan wirausaha itu sendiri, karena pelanggan
tidak tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang benar merupakan salah satu faktor
penting dalam mendirikan sebuah usaha.
Kesimpulan: harus mempersiapkan jika terjadi kerugian seperti modal usaha dan harus siap dalam
menjalani bisnis pengetahuan pun harus luas agar tidak terjadi masalah kita juga harus tau mana
perusahaan yg ingin menipu dengan alas an kerja sama dalam membangun bisnis.Mengikuti
perkembangan jaman agar bisnis yg kita jalani tidak mengalami kerugian dan kita juga harus mampu
menganalisis tempat agar bisnis yg akan kita bangun tidak rugi
Komentar
Posting Komentar